Sejak pertama masuk SMA Negeri B ini memang sudah diprediksikan bahwa saya mesti bekerja keras untuk belajar karena sekolah ini mematok standar yang tinggi untuk tiap mata pelajaran walaupun SMA Negeri A, sang tetangga kami, mematok standar yang lebih tinggi lagi...lulusannya pasti terancam masuk perguruan tinggi ternama macam ITB, UNPAD,UI sedangkan kami ada yang bilang kalau kami ini adalah pendominasi jurusan jurusan sosial dan fakultas kedokteran.
Kelas satu saya tidak terlalu berwarna...
Namun setelah penjurusan di kelas dua...kehidupan berwarnapun dimulai.
Hanya 28 orang yang masuk ke kelas 2-5 A2 (jurusan Biologi saat itu) dengan komposisi 10 orang cowok dan 18 orang cewek. Dilihat dari tampang tampannya si termasuk menyenangkan, bahkan cenderung hedon
Semua keterangan diatas tadi lenyap ketika Ibu Tati, sang wali kelas beberbicara seperti ini :
e A : "ini adalah kelas yang dianggap unggulan karena rata rata yang duduk di sini adalah yang termasuk 5 besar di kelas satunya, jadi mohon jangan mengecewakan dan berprestasilah dengan baik"
Degh!
satu beban barupun dimulai...
padahal saya memang masuk rangking 7 dulu tapi kenapa bisa nyasar di sini ya?
wah kerja keras lagi....
(Bujubune...)
Anyway anyhow, minggu minggu pertama kelas dimulai, dan memang si kebiasaan anak anak belajar pun menjadi satu penampakan unik di kelas.
Ternyata hampir semua anak anak di sini selalu mengulang pelajaran setelah pulang sekolah.tidak ada satupun yang ikut bimbel ini itu kecuali hanya les bahasa asing
Tapi nilai nilai ulangan pun selalu terancam di atas nilai rata rata...
dan biasanya kelakuan anak anak pun terlihat sangat gak ada beban...
Rita : ya mau gimana lagi fan, ulangan ya ulangan...kan kita belajarnya udah kemarin kemarin....mau ulangan nya gak usah baca baca lagi..ntar panik lagi
Rieka : mending makan, nyantai...kalau ulangannya jelek anggap lah kurang mengulang pelajaran...toh ntar ntar bisa diperbaiki
Tapi dengan mengikuti ritme mereka belajar, saya pun jadi terdorong dan nilai nilai saya pun duh...untungnya selalu mengikuti nilai nilai mereka juga walaupun sekali dua kali kecolongan juga...
Steven : Wajar kali fan....otak kita ini kan bukan otak sempurna
Tapi juga kelakuan anak anak ini bukan main. Kadang telat, kadang bolos, kadang mabal (ada stori lagi ttg ini)tapi...ya guru guru BP atau guru guru lain selalu 'mengampuni' kelakuan miring kami, ya apa lagi alasannya kalau tiap ulangan gak ada nilai nilai dibawah nilai 6 atau 7.
File A : kasus Rieka
Seperti Rieka....
Situasi tempat: kelas 2 5 A2, sunyi senyap hanya ada suara guru yang sedang menerangkan
waktu : 08.15
Pelajaran : Biologi
Guru : Ibu Myrna
Sang ibu guru ini terkenal kejam bagi anak anak yang tidak memperhatikan penjelasannya dan terkenal super duper pelit nilai..(yang untungnya tidak terjadi di kelas kami)
situasi anak anak : terdiam, menulis....
(saat itu saya dan Rieka duduk di depan)
Ibu Myrna : sebentar ya anak anak, ibu mau ke ruang kepala sekolah dulu
(setelah beberapa melangkah dan menutup pintu, serentak terdengar suara desahan nafas lega...HUAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH)
Finally.....
Saya : ka, gue ntar pinjem ya catetan bio yang 2 hari lalu
(tanpa menengok ke rieka karena sedang sibuk membetulkan pulpen yang setengah bocor)
tidak ada respon dari rieka...
Saya : ka, jangan lupa ya please..gue pinjen
tidak ada respon juga dari rieka
(maka terpaksalah saya menengok)
saya : ka,...eh kok gak bunyi si ini anak?
Posisi rieka : duduk manis dengan memegang pulpen (masih berkacamata berwarna agak gelap)
saya : ka, ka..eh ni anak kenapa ya ka...catetan lu dong ya..ntar gue ulangan kagak bisa lagi...
tidak ada respon juga dari anak ini...
tindakan penyelamatan saya : menepuk bahunya agak keras dan yang terjadi adalah anak ini nyaris jatuh ke posisi sebelah kanan...
Saya : Rieka....(panik...)lu sakit ya,,,,
Steven : ka lu kenapa (sambil membopong bahunya rieka dari kursi nya)
Trullie : ka ...woey...napa lu? (sambil nepak nepak bahunya)
Serentak semua anak di kelas mengerubungi Rieka....
Beberapa menit kemudian....
Rieka : huammmmmmmmmmmmm ngantuk ni...udahan ya pelajarannya ?loh kok ada apa pada rame si..?
saat itu bahu rieka sudah ada di bopongannya tanggannya Trullie
Saya : elo sakit atau apa si?kayak mau pingsan gitu
Rieka : oh itu. alah gue si ngantuk aja...huaaaaaaaaaaaaaaaaaam...mana si ibu?
YAH GUBRAKSSSSSSSS@! jadi selama sang guru biologi ganas itu menerangkan ternyata si anak gendeng ini tertidur dengan posisi duduk manis dan tangan yang seakan akan terlihat menulis bahan pelajaran.
Ya ampun kok bisa ya...tapi anak ini emang gila ama pelajaran...hampir tiap ulangan nilainya 9, 10 tapi..ya itu lah sisi miring itu anak..
(next time guru guru mesti aware ya ama kelakuan anak anak...)
Ryan yang doyan terlambat, Widya yang tiap hari bacaannya gak lepas dari dora emon, trullie sang bendahara kelas yang kejam (pokoknya bawa buku besar, kalkulator dan kacamata, siap nagih stiap tanggal 5), Rieka si ratu molor, Rita sang mami (karena badannya yang besar dan selalu sibuk kalau ada anak anak yang kelaperan di kelas) Tubagus Ahmad yang selalu siap dengan cerita peternakan, Indrayanti..ratu dugem tapi nilai nilai ampun deh....Rosalina..tukang ganti pacar yang skg jadi dokter gigi, Suwarti (suwara kunti...hahahahahahaha...langganannya guru kimia saking pinternya)Johan, tukang mabal plus bereputasi buruk di laboraturium biologi karena pernah ngelepasin tikus2 piaraan lab.
Kami kami ini gak seserius anak anak di kelas lain yang kalau mau ada ulangan sering membaca ulang atau apa...kerjaan kami ya main kalau memang ada waktunya, mabal..(jika diperlukan)
But that's what we were at that time...:)
File B : Mabal Massal
Cerita mengharubirukan sekaligus menjadi gosip terbesar sejak SMA ini didirikan tahun 1943 terjadi pada saat saat yang memang dianggap ya kami boleh kok melakukannya pada saat itu. tapi rupanya mungkin massalnya itu yang tidak berkenan di hadapan para pembesar pembesar sekolah.
Situasi tempat : kelas 2 5 A2 lantai 2
waktu : 09.30 (waktu istirahat)
Pelaku : 28 0rang lengkap, guru wali kelas, guru biologi, guru inggris, wakil kep sek, guru piket, satpam
Ibu Beatrice (guru Inggris ) : anak anak, setelah waktu istirahat ini kami para guru akan mengadakan rapat dengan dinas pendidikan sehingga kelas akan kosong hingga waktunya pulang tapi jangan senang dulu karena MUNGKIN ada tugas tugas dari guru guru lain di kelas kalian. silakan di periksa di guru piket.
(anak anak masih terpekur menyimak penjelasan sang guru)
Beberapa menit setelah langkah ibu Beatrice sudah tidak terdengar lagi.....
HORRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAY!@#!!!!!!!!!!!!!
Gemuruh suara anak anak di kelas kami nampak bergetar beberapa skala ritcher..
Langsung sedetik kemudian anak anak pun muncul dengan berjuta juta rencana di kepala mereka.
Gimana kalau gini, kalau gitu , kalau gini, kalau gitu...
(seperti suara lebah mengerubungi bunga....NGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGZZZZZZZZZZZZ)
Prio sang KM : mending tanya ama guru piket dulu ada tugas gak...
Rosalina : kalau gak ada, mending ke BIP yuk
(secara tahun 1993 BIP menjadi tempat favorit nongkrong karena dekat sekali dengan lokasi sekolah...Ngesot Massal Part 2 dong ceritanya)
Saya : gue tanya ya ke bawah...yuk rieka..ikut
Situasi tempat : lantai dasar dekat kantin ruang guru piket
Pelaku : saya, rieka, dan Pak Agung guru piket
Saya : Pagi, pak...mau tanya kira kira ada guru guru yang menitipkan tugas untuk kelas kami selama rapat nanti..?
Pak Agung : sebentar saya ambil dulu daftarnya (seraya berjalan ke arah dalam ruangan)
Rieka : (posisi tangan berdoa) moga gak ada,moga gak ada (sambil berbisik culun)
Beberapa menit kemudian:
Pak Agung : Kelas berapa ya?
Saya : 2 5 A2
Pak Agung : Tidak ada tugas sama sekali
Rieka : yang bener pak (nampak sumringah doa terkabul)
Saya : ka, beneran ya gak ada tugas.....(dalam hati senang)
Pak Agung : tapi tidak boleh keliaran sampai waktu sekolah beres..dan jangan ribut
(anda pasti tidak bisa membayangkan betapa senangnya hati kami...)
Setibanya di kelas :
Saya : (heboh, teriak) TIDAK ADA TUGAS UNTUK KELAS KITA
HOOOOORRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAY @!!!!!!!!!!
Gemuruh pun naik ke skala 4,2 skala ritcher
Prio : jadi mau ngaps..? (mau ngapain maksudnya)
Rosalina : BIP...(shopping mania)
Widya : taman lalu lintas (nampak masa kecil kurang bahagia)
ryan : makan dimana yuks....
Setelah beberapa menit dirumuskanlah bahwa kami sekelas akan berjalan jalan di BIP
Saya : kaburnya lewat mana?
Steven : lewat gerbang SMA A aja...langsung turun ke bawah....
Prio : Deal....! bawa dompet , tas ditinggal aja pintu kelas ntar gue gembok dari luar...
(keren bo, mana ada kelas lain pake gembok pribadi)
Serombongan anak anak dari kelas kami yang melintas di pelataran SMA A sempat membuat tingkat kecurigaan tinggi dari pihak sekolah tetangga, namun ternyata itu tidak digubris..setelah basa basi ramah (hoekkk) ama satpam tetangga, akhirnya kamipun lolos ke BIP dengan catatan juga dari Prio: 30 menit sebelum jam dua belas mesti ngumpul lagi ya di kelas....
SEEP....!
Foto fotoan di Yonas, makan, liat pernak pernik, jalan jalan ke bioskop, ngemils, baca komik di gunung agung merupakan agenda dasar permabalan massal kelas kami.
Jam sebelas pun tiba
dan kami pun berjalan kaki hingga sekolah kami,masuk lewat gerbang sekolah A setelah memberikan bapak satpam oleh oleh penganan siang
Jam sebelas lima belas.....
Andy : feeling gue gak enak ni
Trullie : duh udah deh....kan udah jelas semua...lagian asik kan
Prio : pelan pelan ya jalannya ....
jam sebelas tigapuluh.....
JREENGGGGGGGG!!!
Bapak wakil kepsek, ibu wali kelas, guru biologi, guru inggris, pak guru piket, satpam sekolah B dan sekolah A sudah berdiri di depan pintu kelas..
Ibu wali kelas (dengan suara menggelegar..): KALIAN INI APA APAAN?BOLOS, MABAL, MEMALUKAN KELAS SAJA...
(mungkin maksudnya memalukan ibu saja...)
(gemuruh suaranya membuat anak anak dari kelas lain pun nongol dari jendela kelas masing masing)
Para pelaku mabal : terdiam , nunduk, bernafas pelan....
Sementara guru guru termasuk guru piket berlomba lomba memberikan kata kata makian ala guru kepada kami kami....
Akhirnya...
Bapak wakil kepsek berusaha menenangkan semuanya dan memberikan wejangan kepada kami yang masih menunduk (tapi dari raut wajahnya kok ada senyum dikulum ya)
Akhirnya...
Pintu kelas pun di buka, gembok diberikan secara terhormat (baca=disita) kepada ibu wali kelas.
Akhirnya...
mabal pun berakhir dengan acara menebus bersih bersih kelas
Akhirnya...
mabal pun berakhir dengan PEER yang tiba tiba numpuk
DUHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH
tapi entah kenapa kami si seneng seneng aja
The End
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment